Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga
sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat
saya bantu.
Pada kesempatan kali ini, seperti biasanya saya akan membagikan laporan atau jurnal yang saya kerjakan sendiri pada
saat saya semester 2 lalu, Jurnal ini berjudul Perkelan Karbohidrat yang berasal
dari matakuliah BioKimia.
Tapi sebelum ke masuk ke intinya, saran
dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk
mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste
asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen,
alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini
menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa
yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih
dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang
anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.
Laporan praktikum
PENGENALAN KARBOHIDRAT
Nama :
Muliadi
NIM : G011171307
Kelas : E
Kelompok : 33
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
PENGENALAN
KARBOHIDRAT
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas
Hasanuddin, Makassar
Abstrak
Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh,
merupakan zat gizi yag terdapat dalam makanan yang tersusun dari unsur carbon,
hidrogen dan oksigen. Karbohidrad sendiri memiliki banyak sumber seperti beras,
gandum, jagung, dan banyak tanaman pokok lainnya. Karbohidrat dibagi menjadi 3,
yaitu monosakarida, disakaradi dan polisakarida. Karbohidrat memiliki fungsi
yang sangat banyak seperti sumber energi utama tubuh, cadangan energi dalam
otot, memperlancar pencernaan. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan, mengetahui adanya
reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi karbohidrat dan membuktikan adanya
polisakarida (amilum, glikogen, dll) dengan menggunakan metode uji iodium.
Hasil praktikum menunjukkan bahwa amilum pada tepung maizena termasuk
karbohidrat golongan polisakarida, sedangkan air kelapa (glikogen), susu
beruang (laktosa), ale-ale (fruktosa) dan air gula (glukosa) tidak termasuk
karbohidrat golongan polisakarida. Hal tersebut ditandai dengan adanya
perubahan warna yang terjadi pada zat uji ketika ditetesi iodium.
Kata
Kunci: disakaridi, karbohidrat, monosakarida, polisakarida,
energi.
Abstract
Carbohydrates are the body's main energy source, a
nutrient found in foods composed of carbon, hydrogen and oxygen. Carbohydrad
itself has many sources such as rice, wheat, corn, and many other staple crops.
Carbohydrates are divided into 3, ie monosaccharides, disakaradi and
polysaccharides. Carbohydrates have very many functions such as the body's main
energy source, energy reserves in muscles, facilitate digestion. This practice
is conducted with the aim of identifying the presence of carbohydrates in a
substance, knowing the reactions that occur in the identification of
carbohydrates and proving the existence of polysaccharides (amylum, glycogen,
etc.) using iodine test method. The results show that starch in starch flour
includes polysaccharide class carbohydrates, while coconut water (glycogen),
milk bear (lactose), ale-ale (fructose) and sugar water (glucose) excludes
polysaccharide class carbohydrates. It is characterized by the color change
that occurs in the test substance when Iodine drops.
Keywords: disaccharidi,
carbohydrates, monosaccharides, polysaccharides, energy.
Pendahuluan
Karbohidrat dibagi lagi
ke dalam empat kelompok yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida dan
polisakarida. Monosakarida berasa manis, larut dalam air, dapat dikristalkan
dan disebut dengan gula reduksi. Monosakarida yang banyak terdapat di dalam
tumbuhan ialah glukosa dan fruktosa yang keduanya isomer satu dengan yang lain,
sedang disakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan ialah sukrosa, maltosa
dan selobiosa. Sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa bukan termasuk
gula reduksi, Jenis
karbohidrat lain yaitu oligosakarida dan polisakarida yang disusun oleh beberapa unit-unit
monosakarida dan memiliki rumus umum yang berbeda-beda. Amilum adalah polisakarida yang merupakan
bentuk simpanan pada sel-sel tumbuhan termasuk buah, sedang selulosa atau serat
kasar merupakan komponen struktural yang menyusun dinding sel tumbuhan, Anggota polisakarida lain yaitu
pektin mempunyai peranan dalam proses pelunakan buah yang sudah matang (Fitriningrum,
2013).
Karbohidrat sangat penting dalam ilmu gizi. Karbohidat
terbagi atas dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat
sederhana terdiri atas monosakarida yang merupakan molekul dasar dari
karbohidrat, disakarida yang terbentuk dari dua monosa yang dapat saling
terikat, dan oligosakarida yaitu gula rantai pendek yang dibentuk oleh
galaktosa, glukosa dan fruktosa. Sedangkan karbohidrat kompleks terdiri atas
polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monosakarida dan serat
yang dinamakan juga polisakarida nonpati. Karbohidrat selain berfungsi untuk
menghasilkan energi, juga mempunyai fungsi yang lain bagi tubuh. F8ungsi lain karbohidrat yaitu pemberi
rasa manis pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak,
membantu pengeluaran feses dan
masih banyak lagi (Siregar, 2014).
Karbohidrat pada tanaman sangat mentukan pada suatu tanaman, karena pada
proses pembentukan karbohidrat terjadi pada tempat dimana cahaya menyinari
bagian hijau karena pada bagian terrsebut terdapat klorofil. Kehadiran
karbohidrat dapat diketahui dari reaksi dari iodium-amilum. Dimana amilum
sendiri dari campuran amilosa dan amilopektin (Fitriningrum,
2013). Jadi karbohidrat
merupakan penghasil energi dalam tubuh oleh karena itu kita dapat mengetahui
kandungan karbohidrat dalam makanan sehari-hari agar jika kita kekurangan
energi kita dapat mengkonsumsi makanan yang berkarbohidrat apalagi bagi manusia
yang sering kekurangan energi.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
agar praktikan dapat mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan,
agar mengertahui adanya reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi
karbohidrat, dan membuktikan adanya polisakarida (amilum, glikogen, laktosa, fruktosa,dan
glukosa).
Metode
Praktikum ini
dilaksanakan di Laboratorium Kultur
Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2018, pukul 13.00-14.40 WITA.
Bahan yang digunakan yaitu tepung maizena,
air kelapa, susu beruang, minuman Ale-Ale, air gula dan larutan iodium.
Sedangkan alat yang digunakan yaiut tabung
reaksi dan pipet
tetes. Uji kelarutan lipid ini dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
1. Memasukkan masing-masing 3 tetas larutan uji ke dalam
tabung reaksi.
2. Menambahkan 2 tetes larutan iodium.
3. Mengamat warna spesifik yang terbentuk
4. Mencatat hasil pengamatan
Prosedur
kerja menurut Sulistiyono (2013), yaitu sebagai berikut :
1. Uji molisch
Masukkan
10 tetes sampel (glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, laktosa, sukrosa,
amilum, dan arabinosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan
akuades), lalu ditambahkan 2 tetes reagen molisch, kemudian ditambahkan 15
tetes H2SO4 pekat melalui dinding tabung dengan perlahan,
lalu asam sulfat akan membentuk lapisan dibawah larutan sampel, kemudian
diamati warna yang terbentuk pada daerah pertemuan antara asam sulfat dan
larutan sampel.
2. Uji iod pertama
Masukkan
5 tetes sampel (glukosa dan amilum) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol
gunakan akuades), lalu ditambahkan 2 tetes larutan iod ke dalam masing-masing
tabung reaksi kemudian dikocok larutan dan diamati perubahan warna yang
terjadi.
3. Uji benedict
Masukkan
5 tetes sampel (glukosa dan arabinosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol,
gunakan akuades), lalu ditambahkan 5 tetes reagen benedict ke dalam
masing-masing tabung reaksi. Kemudian dipanaskan 4 sampai dengan 5 kali hingga
larutan tepat akan mendidih setelah itu diamati warna yang terbentuk dan apakah
terbentuk endapan atau tidak.
4. Uji selliwanoff dilakukan
Masukkan
satu pipet sampel (glukosa, fruktosa, dan sukrosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai
kontrol, gunakan akuades), lalu ditambahkan 10 tetes reagen selliwanoff setelah
itu dimasukkan ke dalam air mendidih selama satu menit dan diamati perubahan
warna yang terjadi.
5. Uji bial dilakukan
Masukkan
5 tetes sampel (glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, laktosa, sukrosa, dan
amilum) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan akuades), lalu
ditambahkan 5 tetes reagen bial ke dalam masing-masing tabung reaksi. Kemudian
dipanaskan pada nyala Bunsen sebanyak 1 sampai 3 kali dengan hati-hati sampai
larutan tepat akan mendidih. Setelah itu diamati perubahan warna yang terjadi.
Praktikum pengujian sampel mie instant
dilakukan dengan cara ditumbuk mie instant yang telah direbus dengan
menggunakan mortar dan pestle lalu ditambahkan akuades secukupnya kemudian
diambil ekstrak mie instant dengan menggunakan pipet tetes dan dimasukkan ke
dalam tabung reaksi. Setelah itu di uji dengan pengujian molisch jika terdapat
karbohidrat lalu dilanjutkan dengan pengujian iod, jika positif mungkin
terdapat amilum, glikogen, atau dekstrin. Jika negatif dilanjutkan dengan
pengujian benedict bila hasilnya positif mungkin terdapat monosakarida atau
disakarida sedangkan bila negetif mungkin sukrosa atau polisakarida. Untuk yang
positif dilakukan pengujian selliwanoff biala hasilnya positif maka terdapat
sukrosa, sedangkan bila negatif dilanjutkan uji bial. Untuk hasil negatif dari
uji benedict dilanjutkan uji selliwanoff.
Hasil
dan Pembahasan
Praktikum pengenalan karbohidrat dilakukan
dengan cara sederhana untuk dapat mengidentifikasi adanya karbohidrat pada zat
uji. Penggunaan iodium serta perubahan yang terjadi menjadi indikator
keberadaan karbohidrat, hal tersersebut kita dapat lihat dimana amilum yang berubah menjadi
warna ungu, glikogen berubah menjadi jingga, laktosa berubah menjadi kuning
telur, fruktosa menjadi coklat kemerah-merahan dan glukosa menjadi warna jingga
(tabel 1)
Tabel 1. Hasil Uji Iodium pada
Beberapa Zat Uji
No.
|
Zat Uji
|
Hasil Uji Iodium
|
Polisakarida (+/-)
|
1.
|
Amilum 1%
|
Ungu pekat
|
+
|
2.
|
Glikogen 1%
|
Jingga
|
-
|
3.
|
Laktosa 1%
|
Kuning telut
|
-
|
4.
|
Fruktosa 1%
|
Coklat kemerah-merahan
|
-
|
5.
|
Glukosa 1%
|
Jingga tua
|
-
|
Sumber
: Data Primer, 2018.
Tepung maizena yang merupakan zat uji
amilum mengandung polisakarida dan kelapa yang merupakan zat glikogen ternyata
juga mengandung polisakarida. Hal ini didukung oleh pernyataan Siregar (2014),
bahwa polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati, dekstrin, glikogen
dan polisakarida non pati. Polisakarida merupakan bagian karbohidrat kompleks. Pati
merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Pati terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijiandan
umbi-umbian. Beras, jagung dan gandum mengandung 70-80% pati, kacang-kacang
kering seperti kacang kedelai, kacang merah dan kacang hijau mengandung 30-60%
pati, sedangkan ubi, talas, kentang dan singkong mengandung 20-30% pati. Proses
pemasakan pati disamping menyebabkan pembentukan gel juga akan melunakkan dan
memecah sel, sehingga memudahkan
sistem
pencernaannya (Siregar,
2014).
Susu beruang yang merupakan zat
laktosa ternyata mengandung disakarida. Disakarida ini termasuk golongan
karbohidrat sederhana. Disakarida terbagi atas tiga jenis yaitu sukrosa,
maltosa dan laktosa. Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri
atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa. Kebanyakan orang yang berkulit
berwarna, misalnya di Indonesia tidak tahan terhadap susu sapi. Ini dikarenakan
adanya kekurangan enzim laktase yang dibentuk di dalam dinding susu dan diperlukan
untuk pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kekurangan laktase ini
dapat menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna sangat sukar untuk dicerna bahkan tidak dapat
diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan (Siregar, 2014).
Minuman ale-ale yang merupakan zat
fruktosa mengandung monosakarida serta air gula yang merupakan zat glukosa juga
mengandung monosakarida. Monosakarida ini termasuk dalam golongan karbohidrat
sederhana. Monosakarida ini terdiri dari 3 jenis yaitu glukosa, fruktosa dan
galaktosa. Glukosa juga disebut gula anggur, yang terdapat luas di alam dalam
jumlah sedikit yaitu dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon dan bersamaan
dengan fruktosa dalam madu. Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu
gizi. Glukosa ini merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa, maltosa dan
laktosa pada hewan dan manusia. Pada proses metabolisme, glukosa merupakan
bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel yang merupakan
sumber energi. Fruktosa juga disebut dengan gula buah yang merupakan gula
paling manis. Gula ini terdapat dalam madu bersama glukosa dalam buah, nektar
bunga dan juga sayur dan
beberapa jenis tanaman lainnya (Siregar, 2014).
Sesuai dengan praktikum yang dilakuakn oleh Sulistiono (2013), dimana
setelah menguji mie instan dengan cara memasukkannya kedalam tabung reaksi.
Setelah itu di uji dengan
pengujian molisch jika terdapat karbohidrat lalu dilanjutkan dengan pengujian
iod, jika positif mungkin terdapat amilum, glikogen, atau dekstrin. Jika
negatif dilanjutkan dengan pengujian benedict bila hasilnya positif mungkin
terdapat monosakarida atau disakarida sedangkan bila negetif mungkin sukrosa
atau polisakarida. Untuk yang positif dilakukan pengujian selliwanoff biala
hasilnya positif maka terdapat sukrosa, sedangkan bila negatif dilanjutkan uji
bial. Untuk hasil negatif dari uji benedict dilanjutkan uji selliwanoff, dan hasilnyapun
hampir sama dengan hasil yang didapat dengan praktikum yang dilakukan.
Tabel 1.
Hasil Pengamatan Karbohidrat dengan
Berbagai Metode (Sulistiono,
2013)
Metode
|
Sampel
|
Hasil
reaksi
|
Keterangan
|
||
Uji
Molisch
|
Glukosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
||
Fruktosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Galaktosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Maltosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Laktosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Sukrosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Amilum
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
|||
Arabinosa
|
Terbentuk cincin ungu
|
(+) Karbohidrat
|
|||
Akuades
|
Keruh
|
(-) Tidak
terbentuk
|
|||
Uji Iod
|
Glukosa
|
Tidak berwarna à kuning
|
(-) Tidak
terbentuk
|
||
Amilum
|
Tidak berwarna à biru tua
|
(+)
Amilum / pati
|
|||
Akuades
|
Tidak berwarna à kuning
|
(-) Tidak
terbentuk
|
|||
Uji
Bennedict
|
Glukosa
|
Biru à coklat (endapan)
|
(+)
Monosakarida
|
||
Arabinosa
|
Biru à coklat (endapan)
|
(+)
Monosakarida
|
|||
Akuades
|
Biru à biru
|
(-)
Sukrosa
|
|||
Uji
Selliwanoff
|
Glukosa
|
Tidak berwarna
|
(-) Tidak
terbentuk
|
||
Fruktosa
|
Merah muda
|
|
|||
Sukrosa
|
Merah muda
|
(+) Aldoheksosa
|
|||
Uji Bial
|
Glukosa
|
Kuning à kuning kecoklatan
|
(-)
Heksosa
|
||
Fruktosa
|
Kuning à kuning kecoklatan
|
(+)
Heksosa
|
|||
Galaktosa
|
Kuning à kuning kecoklatan
|
(+)
Heksosa
|
|||
Maltosa
|
Kuning à kuning
|
(-) Tidak
terbentuk
|
|||
Laktosa
|
Kuning à kuning
|
(+) Heksosa
|
|||
Sukrosa
|
Kuning à kuning kecoklatan
|
(+)
Heksosa
|
|||
Amilum
|
Kuning à kuning
|
(+)
Heksosa
|
|||
Arabinosa
|
Kuning à kuning kehijauan
|
(+)
Heksosa
|
|||
Akuades
|
Kuning
|
(+)
Heksosa
|
Sumber : Data Sekunder, 2013.
Tabel
2. Hasil
Pengamatan Karbohidrat dalam Mie Instant dengan Berbagai Metode.
Sampel
|
Metode
|
Hasil
|
Keterangan
|
Ektrak
mie instant
|
Uji
Mollisch
|
Kuning à ungu
|
(+)
Karbohidrat
|
Uji Iod
|
Kuning à ungu
|
(+)
Amilum
|
Sumber : Data Sekunder, 2013.
Kesimpulan
Maizena yang merupakan zat amilium menjadi warna ungu pekar dan kelapa yang
merupakan zat glikogen berubah warnah menjadi jingga yang pada dasarnya
mengandung polisakarida. Susu beruang yang merupakan zat laktisa menjadi warna
kuning telur yang dimana bukan polisakarida tetapi monosakarida. Minuman
ale-ale yang merupakan zat fruktosa berubah menjadi coklat kemerah-merahan dan
air gula yang merupakan zat glukosa menjadi warna jingga tua yang termasuk
monosakarida.
Ucapan
terima kasih
Dengan
terselesaikannya Artikel Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah
memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan
artikel ini, Orang tua saya yang selalu mensupport dan mendoakan saya disetiap
kegiatan yang saya laksankan, asisten biokimia
tanaman kelas E, kak Tita Aulia
sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan asisten yang lain yang telah
membimbing saya dalam menyusun artikel ini dan teman-teman
kelompok 33 dan teman yang lain, yang telah membatu saya menyelesaikan artikel
ini.
Daftar pustaka
Armstrong,
Frank B. 2013. Buku Ajar Biokimia. Edisi Ketiga. EGC:Jakarta
Fitriningrum,
Rahayu., Sugiyarto dan Ari Susilowati. 2013. Analisis Kandungan Karbohidrat
pada Berbagai Tingkat Kematangan Buah Karika (Carica pubescens) di Kejajar dan Sembungan, Dataran Tinggi Dieng,
Jawa Tengah. Jurnal Bioteknologi. 10
(1) : 6-14, ISSN: 0216-688, EISSN: 2301-8658, DOI: 10.13057/biotek/c100102.
Haernuryadin, Kevin. 2015. Praktikum Biokimia Karbohidrat.
Sumedang: Laboratorium Biokimia dan
Fisiologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
Kusbandari,
Aprilia. 2015. Analisis Kualitatif Kandungan Sakarida dalam Tepung dan Pati
Umbi Ganyong (Canna edulis Ker.). Jurnal Pharmaciana. Vo.5, No. 1, 35 -
42.
Poedjiadi, Anna dan
F.M Titin Supriyanti. (2012). Dasar -Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia-Pres
Sakinah,
S.Q. 2011. Praktikum Biokimia karbohidrat. Makassar: Laboratorium Terpadu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Siregar,
Nurhamida Sari. 2014. Karbohidrat. Jurnal
Ilmu Keolahragaan. Vol. 13 (2) Juli – Desember , 38 – 44.
Sulistiyono,
Agus. 2013. Penentuan Jenis
Karbohidrat dengan
Uji Kualitatif Menggunakan Reagen
pada Sampel Mie Instan. Jurnal Biokimia. Praktikum ke-4
Satu
hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan
jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke
teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat
berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan
terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar