Daftar Blog Saya

Rabu, 30 Januari 2019

KARBOHIDRAT

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat saya bantu.

Pada kesempatan kali ini, seperti biasanya saya akan membagikan laporan atau jurnal yang saya kerjakan sendiri pada saat saya semester 2 lalu, Jurnal ini berjudul Perkelan Karbohidrat yang berasal dari matakuliah BioKimia. 

Tapi sebelum ke masuk ke intinya, saran dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen, alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.


Laporan praktikum



 PENGENALAN KARBOHIDRAT

                       
                                    Nama               : Muliadi
                                    NIM                : G011171307
                                    Kelas               : E
                                    Kelompok       : 33



PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017


PENGENALAN KARBOHIDRAT
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas Hasanuddin, Makassar
Abstrak
Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh, merupakan zat gizi yag terdapat dalam makanan yang tersusun dari unsur carbon, hidrogen dan oksigen. Karbohidrad sendiri memiliki banyak sumber seperti beras, gandum, jagung, dan banyak tanaman pokok lainnya. Karbohidrat dibagi menjadi 3, yaitu monosakarida, disakaradi dan polisakarida. Karbohidrat memiliki fungsi yang sangat banyak seperti sumber energi utama tubuh, cadangan energi dalam otot, memperlancar pencernaan. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan, mengetahui adanya reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi karbohidrat dan membuktikan adanya polisakarida (amilum, glikogen, dll) dengan menggunakan metode uji iodium. Hasil praktikum menunjukkan bahwa amilum pada tepung maizena termasuk karbohidrat golongan polisakarida, sedangkan air kelapa (glikogen), susu beruang (laktosa), ale-ale (fruktosa) dan air gula (glukosa) tidak termasuk karbohidrat golongan polisakarida. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan warna yang terjadi pada zat uji ketika ditetesi iodium.

Kata Kunci: disakaridi, karbohidrat, monosakarida, polisakarida, energi.

Abstract
Carbohydrates are the body's main energy source, a nutrient found in foods composed of carbon, hydrogen and oxygen. Carbohydrad itself has many sources such as rice, wheat, corn, and many other staple crops. Carbohydrates are divided into 3, ie monosaccharides, disakaradi and polysaccharides. Carbohydrates have very many functions such as the body's main energy source, energy reserves in muscles, facilitate digestion. This practice is conducted with the aim of identifying the presence of carbohydrates in a substance, knowing the reactions that occur in the identification of carbohydrates and proving the existence of polysaccharides (amylum, glycogen, etc.) using iodine test method. The results show that starch in starch flour includes polysaccharide class carbohydrates, while coconut water (glycogen), milk bear (lactose), ale-ale (fructose) and sugar water (glucose) excludes polysaccharide class carbohydrates. It is characterized by the color change that occurs in the test substance when Iodine drops.

Keywords: disaccharidi, carbohydrates, monosaccharides, polysaccharides, energy.



Pendahuluan
Karbohidrat dibagi lagi ke dalam empat kelompok yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida berasa manis, larut dalam air, dapat dikristalkan dan disebut dengan gula reduksi. Monosakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan ialah glukosa dan fruktosa yang keduanya isomer satu dengan yang lain, sedang disakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan ialah sukrosa, maltosa dan selobiosa. Sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa bukan termasuk gula reduksi, Jenis karbohidrat lain yaitu oligosakarida dan polisakarida yang disusun oleh  beberapa unit-unit monosakarida dan memiliki rumus umum yang berbeda-beda. Amilum adalah polisakarida yang merupakan bentuk simpanan pada sel-sel tumbuhan termasuk buah, sedang selulosa atau serat kasar merupakan komponen struktural yang menyusun dinding sel tumbuhan, Anggota polisakarida lain yaitu pektin mempunyai peranan dalam proses pelunakan buah yang sudah matang (Fitriningrum, 2013).
Karbohidrat sangat penting dalam ilmu gizi. Karbohidat terbagi atas dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida yang merupakan molekul dasar dari karbohidrat, disakarida yang terbentuk dari dua monosa yang dapat saling terikat, dan oligosakarida yaitu gula rantai pendek yang dibentuk oleh galaktosa, glukosa dan fruktosa. Sedangkan karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monosakarida dan serat yang dinamakan juga polisakarida nonpati. Karbohidrat selain berfungsi untuk menghasilkan energi, juga mempunyai fungsi yang lain bagi tubuh. F8ungsi lain karbohidrat yaitu pemberi rasa manis pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, membantu pengeluaran feses dan masih banyak lagi (Siregar, 2014).
Karbohidrat pada tanaman sangat mentukan pada suatu tanaman, karena pada proses pembentukan karbohidrat terjadi pada tempat dimana cahaya menyinari bagian hijau karena pada bagian terrsebut terdapat klorofil. Kehadiran karbohidrat dapat diketahui dari reaksi dari iodium-amilum. Dimana amilum sendiri dari campuran amilosa dan amilopektin (Fitriningrum, 2013). Jadi karbohidrat merupakan penghasil energi dalam tubuh oleh karena itu kita dapat mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanan sehari-hari agar jika kita kekurangan energi kita dapat mengkonsumsi makanan yang berkarbohidrat apalagi bagi manusia yang sering kekurangan energi.
Tujuan
            Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan, agar mengertahui adanya reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi karbohidrat, dan membuktikan adanya polisakarida (amilum, glikogen, laktosa, fruktosa,dan glukosa).
Metode
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2018, pukul 13.00-14.40 WITA. Bahan yang digunakan yaitu tepung maizena, air kelapa, susu beruang, minuman Ale-Ale, air gula dan larutan iodium. Sedangkan alat yang digunakan yaiut tabung reaksi dan pipet tetes. Uji kelarutan lipid ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.      Memasukkan masing-masing 3 tetas larutan uji ke dalam tabung reaksi.
2.      Menambahkan 2 tetes larutan iodium.
3.      Mengamat warna spesifik yang terbentuk
4.      Mencatat hasil pengamatan
Prosedur kerja menurut Sulistiyono (2013), yaitu sebagai berikut :
1.      Uji molisch
Masukkan 10 tetes sampel (glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, laktosa, sukrosa, amilum, dan arabinosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan akuades), lalu ditambahkan 2 tetes reagen molisch, kemudian ditambahkan 15 tetes H2SO4 pekat melalui dinding tabung dengan perlahan, lalu asam sulfat akan membentuk lapisan dibawah larutan sampel, kemudian diamati warna yang terbentuk pada daerah pertemuan antara asam sulfat dan larutan sampel.
2.      Uji iod pertama
Masukkan 5 tetes sampel (glukosa dan amilum) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol gunakan akuades), lalu ditambahkan 2 tetes larutan iod ke dalam masing-masing tabung reaksi kemudian dikocok larutan dan diamati perubahan warna yang terjadi.
3.      Uji benedict
Masukkan 5 tetes sampel (glukosa dan arabinosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan akuades), lalu ditambahkan 5 tetes reagen benedict ke dalam masing-masing tabung reaksi. Kemudian dipanaskan 4 sampai dengan 5 kali hingga larutan tepat akan mendidih setelah itu diamati warna yang terbentuk dan apakah terbentuk endapan atau tidak.
4.      Uji selliwanoff dilakukan
Masukkan satu pipet sampel (glukosa, fruktosa, dan sukrosa) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan akuades), lalu ditambahkan 10 tetes reagen selliwanoff setelah itu dimasukkan ke dalam air mendidih selama satu menit dan diamati perubahan warna yang terjadi.
5.      Uji bial dilakukan
Masukkan 5 tetes sampel (glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, laktosa, sukrosa, dan amilum) ke dalam tabung reaksi (sebagai kontrol, gunakan akuades), lalu ditambahkan 5 tetes reagen bial ke dalam masing-masing tabung reaksi. Kemudian dipanaskan pada nyala Bunsen sebanyak 1 sampai 3 kali dengan hati-hati sampai larutan tepat akan mendidih. Setelah itu diamati perubahan warna yang terjadi.
Praktikum pengujian sampel mie instant dilakukan dengan cara ditumbuk mie instant yang telah direbus dengan menggunakan mortar dan pestle lalu ditambahkan akuades secukupnya kemudian diambil ekstrak mie instant dengan menggunakan pipet tetes dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Setelah itu di uji dengan pengujian molisch jika terdapat karbohidrat lalu dilanjutkan dengan pengujian iod, jika positif mungkin terdapat amilum, glikogen, atau dekstrin. Jika negatif dilanjutkan dengan pengujian benedict bila hasilnya positif mungkin terdapat monosakarida atau disakarida sedangkan bila negetif mungkin sukrosa atau polisakarida. Untuk yang positif dilakukan pengujian selliwanoff biala hasilnya positif maka terdapat sukrosa, sedangkan bila negatif dilanjutkan uji bial. Untuk hasil negatif dari uji benedict dilanjutkan uji selliwanoff.



Hasil dan Pembahasan
Praktikum pengenalan karbohidrat dilakukan dengan cara sederhana untuk dapat mengidentifikasi adanya karbohidrat pada zat uji. Penggunaan iodium serta perubahan yang terjadi menjadi indikator keberadaan karbohidrat, hal tersersebut kita dapat lihat dimana amilum yang berubah menjadi warna ungu, glikogen berubah menjadi jingga, laktosa berubah menjadi kuning telur, fruktosa menjadi coklat kemerah-merahan dan glukosa menjadi warna jingga (tabel 1)
Tabel 1. Hasil Uji Iodium pada Beberapa Zat Uji
No.
Zat Uji
Hasil Uji Iodium
Polisakarida (+/-)
1.
Amilum 1%
Ungu pekat
+
2.
Glikogen 1%
Jingga
-
3.
Laktosa 1%
Kuning telut
-
4.
Fruktosa 1%
Coklat kemerah-merahan
-
5.
Glukosa 1%
Jingga tua
-
Sumber : Data Primer, 2018.
           Tepung maizena yang merupakan zat uji amilum mengandung polisakarida dan kelapa yang merupakan zat glikogen ternyata juga mengandung polisakarida. Hal ini didukung oleh pernyataan Siregar (2014), bahwa polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati, dekstrin, glikogen dan polisakarida non pati. Polisakarida merupakan bagian karbohidrat kompleks. Pati merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pati terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijiandan umbi-umbian. Beras, jagung dan gandum mengandung 70-80% pati, kacang-kacang kering seperti kacang kedelai, kacang merah dan kacang hijau mengandung 30-60% pati, sedangkan ubi, talas, kentang dan singkong mengandung 20-30% pati. Proses pemasakan pati disamping menyebabkan pembentukan gel juga akan melunakkan dan memecah sel, sehingga memudahkan sistem pencernaannya (Siregar, 2014).
           Susu beruang yang merupakan zat laktosa ternyata mengandung disakarida. Disakarida ini termasuk golongan karbohidrat sederhana. Disakarida terbagi atas tiga jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa. Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa. Kebanyakan orang yang berkulit berwarna, misalnya di Indonesia tidak tahan terhadap susu sapi. Ini dikarenakan adanya kekurangan enzim laktase yang dibentuk di dalam dinding susu dan diperlukan untuk pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kekurangan laktase ini dapat menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna sangat sukar untuk dicerna bahkan tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan (Siregar, 2014).
           Minuman ale-ale yang merupakan zat fruktosa mengandung monosakarida serta air gula yang merupakan zat glukosa juga mengandung monosakarida. Monosakarida ini termasuk dalam golongan karbohidrat sederhana. Monosakarida ini terdiri dari 3 jenis yaitu glukosa, fruktosa dan galaktosa. Glukosa juga disebut gula anggur, yang terdapat luas di alam dalam jumlah sedikit yaitu dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon dan bersamaan dengan fruktosa dalam madu. Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu gizi. Glukosa ini merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa, maltosa dan laktosa pada hewan dan manusia. Pada proses metabolisme, glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel yang merupakan sumber energi. Fruktosa juga disebut dengan gula buah yang merupakan gula paling manis. Gula ini terdapat dalam madu bersama glukosa dalam buah, nektar bunga dan juga sayur dan beberapa jenis tanaman lainnya (Siregar, 2014).
   Sesuai dengan praktikum yang dilakuakn oleh Sulistiono (2013), dimana setelah menguji mie instan dengan cara memasukkannya kedalam tabung reaksi. Setelah itu di uji dengan pengujian molisch jika terdapat karbohidrat lalu dilanjutkan dengan pengujian iod, jika positif mungkin terdapat amilum, glikogen, atau dekstrin. Jika negatif dilanjutkan dengan pengujian benedict bila hasilnya positif mungkin terdapat monosakarida atau disakarida sedangkan bila negetif mungkin sukrosa atau polisakarida. Untuk yang positif dilakukan pengujian selliwanoff biala hasilnya positif maka terdapat sukrosa, sedangkan bila negatif dilanjutkan uji bial. Untuk hasil negatif dari uji benedict dilanjutkan uji selliwanoff, dan hasilnyapun hampir sama dengan hasil yang didapat dengan praktikum yang dilakukan.


Tabel 1. Hasil Pengamatan Karbohidrat dengan Berbagai Metode (Sulistiono, 2013)
Metode
Sampel
Hasil reaksi
Keterangan
Uji Molisch
Glukosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Fruktosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Galaktosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Maltosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Laktosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Sukrosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Amilum
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Arabinosa
Terbentuk cincin ungu
(+) Karbohidrat

Akuades
Keruh
(-) Tidak terbentuk
Uji Iod
Glukosa
Tidak berwarna à kuning
(-) Tidak terbentuk

Amilum
Tidak berwarna à biru tua
(+) Amilum / pati

Akuades
Tidak berwarna à kuning
(-) Tidak terbentuk
Uji Bennedict
Glukosa
Biru à coklat (endapan)
(+) Monosakarida

Arabinosa
Biru à coklat (endapan)
(+) Monosakarida

Akuades
Biru à biru
(-) Sukrosa
Uji Selliwanoff
Glukosa
Tidak berwarna
(-) Tidak terbentuk

Fruktosa
Merah muda

 
(+) Aldoheksosa

Sukrosa
Merah muda
(+) Aldoheksosa
Uji Bial
Glukosa
Kuning à kuning kecoklatan
(-) Heksosa

Fruktosa
Kuning à kuning kecoklatan
(+) Heksosa

Galaktosa
Kuning à kuning kecoklatan
(+) Heksosa

Maltosa
Kuning à kuning
(-) Tidak terbentuk

Laktosa
Kuning à kuning
(+) Heksosa

Sukrosa
Kuning à kuning kecoklatan
(+) Heksosa

Amilum
Kuning à kuning
(+) Heksosa

Arabinosa
Kuning à kuning kehijauan
(+) Heksosa

Akuades
Kuning
(+) Heksosa
Sumber  : Data Sekunder, 2013.
Tabel 2. Hasil Pengamatan Karbohidrat dalam Mie Instant dengan Berbagai Metode.
Sampel
Metode
Hasil
Keterangan
Ektrak mie instant
Uji Mollisch
Kuning à ungu
(+) Karbohidrat

Uji Iod
Kuning à ungu
(+) Amilum
Sumber  : Data Sekunder, 2013.
Kesimpulan
          Maizena yang merupakan zat amilium menjadi warna ungu pekar dan kelapa yang merupakan zat glikogen berubah warnah menjadi jingga yang pada dasarnya mengandung polisakarida. Susu beruang yang merupakan zat laktisa menjadi warna kuning telur yang dimana bukan polisakarida tetapi monosakarida. Minuman ale-ale yang merupakan zat fruktosa berubah menjadi coklat kemerah-merahan dan air gula yang merupakan zat glukosa menjadi warna jingga tua yang termasuk monosakarida.
Ucapan terima kasih
Dengan terselesaikannya Artikel Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini, Orang tua saya yang selalu mensupport dan mendoakan saya disetiap kegiatan yang saya laksankan, asisten biokimia tanaman kelas E, kak Tita Aulia sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan asisten yang lain yang telah membimbing saya dalam menyusun artikel ini dan teman-teman kelompok 33 dan teman yang lain, yang telah membatu saya menyelesaikan artikel ini.


Daftar pustaka
Armstrong, Frank B. 2013. Buku Ajar Biokimia. Edisi Ketiga. EGC:Jakarta
Fitriningrum, Rahayu., Sugiyarto dan Ari Susilowati. 2013. Analisis Kandungan Karbohidrat pada Berbagai Tingkat Kematangan Buah Karika (Carica pubescens) di Kejajar dan Sembungan, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Jurnal Bioteknologi. 10 (1) : 6-14, ISSN: 0216-688, EISSN: 2301-8658, DOI: 10.13057/biotek/c100102.
Haernuryadin, Kevin. 2015. Praktikum Biokimia Karbohidrat. Sumedang: Laboratorium Biokimia dan Fisiologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
Kusbandari, Aprilia. 2015. Analisis Kualitatif Kandungan Sakarida dalam Tepung dan Pati Umbi Ganyong (Canna edulis Ker.). Jurnal Pharmaciana. Vo.5, No. 1, 35 - 42.
Poedjiadi, Anna dan  F.M Titin Supriyanti. (2012). Dasar -Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia-Pres
Sakinah, S.Q. 2011. Praktikum Biokimia karbohidrat. Makassar: Laboratorium Terpadu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Siregar, Nurhamida Sari. 2014. Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan. Vol. 13 (2) Juli – Desember , 38 – 44.
Sulistiyono, Agus. 2013. Penentuan Jenis Karbohidrat dengan Uji Kualitatif Menggunakan Reagen pada Sampel Mie Instan. Jurnal Biokimia.  Praktikum ke-4

  Satu hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa ya...