Daftar Blog Saya

Rabu, 30 Januari 2019

IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN


 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat saya bantu.


Pada kesempatan kali ini, seperti biasanya saya akan membagikan laporan atau jurnal yang saya kerjakan sendiri tepatnya pada saat saya masih semester 2. Jurnal ini berjudul Identidikasi Unsur-unsur Penyusun Protein yang berasal dari matakuliah BioKimia. 

Tapi sebelum ke masuk ke intinya, saran dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen, alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.


Laporan praktikum



 IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN

                                    Nama               : Muliadi
                                    NIM                : G011171307
                                    Kelas               : E
                                    Kelompok       : 33



PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017


IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas Hasanuddin, Makassar
Abstrak
            Protein adalah makromolekul Protein berfungsi sebagai yang tersusun dari bahan dasar katalisator, sebagai pengangkut dan asarn amino. Asam amino yang penyimpan molekul lain seperti menyusun protein. Praktikum ini bertujuan agar praktikum bisa mengetahui unsur apa saja yang menjadi penyusun protein, dengan menggunakan beberapa sampel seperti seperti albumin telur, gelatin dan susu kedelai dengan mengamati pengarangan, bau rambut terbakar dan pengembungan setelah dipanaskan. Hasil yang didapatkan adalah albumim telur mengandung unsur C, N, H & O, sedangkan gelatin dan susu kaledelai hanya mengandung H & O. itu berarti albumin telur temasuk mengandung protein
Kata Kunci: albumin, dipanaskan, gelatin, unsur, protein

Abstract
            Protein is a Protein macromolecule as composed of a catalyst base material, as a carrier and amino acid. Amino acids that store other molecules are like preparing proteins. Practicum aims to enable the practicum to know what the protein compounds, using some samples such as egg albumin, gelatin and milk with the restriction, smell of hair and bloat after heated. The results obtained are the egg albumim containing no C, N, H & O, whereas gelatin and calouselai milk contain only H & O. That means the albumin eggs contain protein
Keywords: albumin, heated, gelatin, absent, protein

Pendahuluan
Pada tumbuhan, protein dapat ditemukan yang berguna pada kandugan nitrogen, unsur yang paling dominan yang mempengaruhi tumbuh tumbuahnnya, pada tumbuhan. Terbentuknya protein bermula dari proses anabolisme dan kemudian dirombak pada tumbuhan tersebut melalui proses katabolisme. Pada tumbuhan protein dapat dilihat dari kandungan Nitrogen pada tumbuhan. Kandungan Nitrogen merupakan unsur yang dominan mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. Sehingga tanaman sangat memerlukan Nitrogen untuk pembentukan protein pada tanaman dan apabila kekurangan Nitrogen dapat diartikan sebagai kekurangan protein (Winarnno, 2008).
Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Sesuai dengan pernyataan dari Girinda (2008), bahwa atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis suatu protein (Winarnno, 2008).
Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung gula terpor belerang, dan ada beberapa jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga (Winarnno, 2008).
Kunci ribuan protein yang berbeda strukturnya adalah gugus pada molekul unit pembangunan protein yang relatif sederhana dibangun dari rangkaian dasar yang sama, dari 20 asam amino mempunyai rantai samping yang khusus, yang berikatan kovalen dalam urutan yang khas. Karena masing-masing asam amino mempunyai rantai samping yang khusus untuk memberikan berbagai sifat kimia masing-masing individu, kelompok 20 unit pembangunan ini dapat dianggap sebagai abjad struktur protein (Lehninger, 2009).
      Struktur protein distabilkan oleh 2 macam ikatan yang kuat (peptida dan sulfida) dan dua macam ikatan yang lemah(hidrogen dan hidrofobik). Ikatan peptida adalah struktur primer protein yang berasal dari gabungan asam amino L-alfa oleh ikatan  seperti alfa-peptida (Winarno, 2008).
Kekurangan protein dapat menyebabkan beberapa penyakit, misalnya seperti Kwashiorkor (penyakit seperti kurang gizi namun dalam hal protein yang biasa terjadi pada anak-anak balita), dan Marasmus (penyakit kelaparan pada bayi saat masa permberian makanan tambahan). Jika terlalu berlebihan mengkomsumsi protein juga akan sangat membebani kerja ginjal. Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga menyebabkan obesitas (Ellya, 2010).
Saat protein banyak ditemukan dalam bentuk makanan, seperti protein dalam bentuk olaha susu yang mengalami proses fermentasi sehingga akan menjadi yoghurt, keju, dan mentega. Selain itu, protein juga banyak ditemukan dalam roti. Protein juga dapat berasal dari hwani maupun nabati. Saat ini banyak dikembang produk makanan dengan menggunakan protein sel tunggal. Protein sel tunggal adalah protein yang memanfaatkan mikroba sebagai pengahsil utama proteinnya. Contoh produk makanan yang berasal dari protein sel tunggal yaitu sauerkraut (sayur yang diasamkan agar dapat disimpan lebih lama), pembuatan kopi dan coklat, dan pembuatan bir (Widowati, 2009).
Tujuan
Tujuan diadakannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui adanya unsur-unsur penyusun protein dalam beberapa zat uji. Adapun manfaat yang didapat pada praktikum ini yaitu mengetahui unsur-unsur penting penyusun protein dalam beberapa zat makanan.
Metode
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2018, pukul 13.00-14.40 WITA. Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu tabung reaksi, pipet tetes, penjepit tabung, kaca de glass, dan kompor listrik. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu albumin telur, gelatin, dan susu kedelai.
Adapun prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Memasukkan masing-masing 1 mL albumin telur, susu kedelai, dan gelatin ke dalam tabung reeaksi
2.      Menutup tabung reaksi dengan menggunakan deg glass
3.      Memanaskan ketiga tabung reaksi
4.      Melakukan pengamatan


Hasil Dan Pembahasan
            Praktikum identifikasi unsur-unsur penyusun protein tersebut dilakukan dengan cara memanaskan semua zat uji selama beberapa menit. Pemanasan bertujuan untuk membuat protein terdenaturasi sehingga dapat diketahui bahan bahan penyusun prottein pada zat uji tersebut. Hal tersebut dapat kita lihat dimana setiap zat uji memiliki bahan penyusun protein yang berbeda (tabel 1)
Tabel 1. Identifikasi Unsur Penyusun Protein Pada Beberapa Zat Uji
No.
Zat Uji
Hasil Pengamatan (+/-)
Pengarangan (C)
Bau Rambut Terbakar (N)
Pengembunan (H dan O)
1.       
Albumin Telur
+
+
+
2.       
Gelatin
-
-
-
+
3.       
Susu Kedelai
-
+
Sumber: data pribadi 2018
            Dari hasil pengamatan diatas, uji kandungan protein dengan pengujian albumin telur, gelatin dan susu kedelai yang dipanaskan diperoleh hasil pada saat albumin telur dipanaskan hasil pemanasan terjadi pengembunan yang menandakan adanya unsur C, N, H dan O.
Sedangkan pada gelatin tidak tercium seperti rambut terbakar yang menandakan tidak adanya unsur N dan terjadinya pengembunan yang menandakan adanya unsur H dan O pada gelatin.
            Pada susu kedelai hasil yang diperoleh sama dengan hasil pengujian gelatin. Yang mana hasilnya tidak ada tercium bau rambut terbakar dan terjadi pengembunan yang terjadi pada tabung reaksi.
            Pendapat Ellya, 2010 Protein berfungsi sebagai katalisator, sebagai pengangkut dan penyimpan molekul lain seperti okseigen, mendukung secaramekanis sstem kekbalan (imunitas) tubuh, menghasilka pergerakkan tubuh, sebagai transmitor gerak syaraf dan mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan. Analisa diameter protein menghasilkan unsur-unsur C, H, N dan O dan sering juga S. Disamping itu beberapa protein juga mengandung unsur-unsur lain terutama P, Fe, Zi dan Cu. Protein merupakan komponen itama dalam semua hal hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesa setelah air. Kira-kira dari 50% berat yang terdidi atas unsur-unsur karbon (50-55%), hidrogen (± 7%), oksigen (± 13%) dan fosfor (P) dalam jumlah sedikit (1-2%). Ada beberapa protein lainnya yang mengandung unsur logam seperti tembaga dan besi.
Selain itu, menurut Yuningsih (2017), penentuan kadar nitrogen juga dapat dilakukan dengan metode buffer dimana diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel. 2 Penetuan Kadar Nitrogen Dengan Metode Buffer
No
Sampel
Endapan
Keterangan
1
Telur Ayam + Asetat
Endapan
+++

Telur Ayam + HCL
Endapan
++

Telur Ayam + NaOH
Endapan
+
2
Susu Murni + Asetat
Endapan
+++

Susu Murni + HCL
Endapan
++

Susu Murni + NaOH
Endapan
+
3
Susu Kedelai + Asetat
Endapan
+++

Susu Kedelai + HCL
Endapan
+

Susu Kedelai + NaOH
Endapan
+
Sumber: Data Sekunder, 2018.
   Berdasarkan data di atas diketahui bahwa endapan yang dihasilkan setelah melakukan uji denaturasi protein pada telur ayam yang ditambah dengan larutan asetat menghasilkan endapan yang sangat banyak (+++), endapan protein telur ayam yang ditambahkan pelarut HCL menghasilkan endapan lumayan banyak (++), sedangkan telur ayam yang ditambahkan dengan pelarut NaOH menghasilkan endapan yang sangat sedikit (+). Uji denaturasi protein pada susu murni yang ditambah dengan larutan asetat menghasilkan endapan yang sangat banyak (+++), endapan protein susu murni yang ditambahkan pelarut HCL menghasilkan endapan lumayan banyak (++), sedangkan susu murni yang ditambahkan dengan pelarut NaOH menghasilkan endapan yang sangat sedikit (+). Sedangkan, uji denaturasi protein susu kedelai yang ditambah dengan larutan asetat menghasilkan endapan yang sangat banyak (+++), endapan protein susu kedelai yang ditambahkan pelarut HCL menghasilkan endapan sedikit (+), sedangkan susu kedelai yang ditambahkan dengan pelarut NaOH menghasilkan endapan yang sedikit (+) (Yuningsih,2017)
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum  yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yaitu albumin telur tersusun dari unsur karbon (C), Nitrogen (N), Oksigen (O) dan Hidrogen (H); gelatin tersusun dari unsur Nitrogen (N), oksigen (O), dan hidrogen (H); sedangkan susu kedelai tersusun dari unsur Hidrogen (H) dan Oksigen (O)
Ucapan terima kasih
            Dengan terselesaikannya Artikel Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini, Orang tua saya yang selalu mensupport dan mendoakan saya disetiap kegiatan yang saya laksankan, asisten biokimia tanaman kelas E, kak Tita Aulia sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan asisten yang lain yang telah membimbing saya dalam menyusun artikel ini dan teman-teman kelompok 33 dan teman yang lain, yang telah membatu saya menyelesaikan artikel ini


Daftar Pustaka
Ellya, E., S. (2010). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Trans Info                      Media. Halaman 30-42.
Girindra, A. 2008. Biokimia I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Lehninger, Albert L..2009. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1.Penerjemah: Maggy Thenawijaya .Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry
Mandle, Anil Kumar, Pranita Jain, Shailendra Kumar Shrivastava. 2012. Protein structure prediction using support vektor machine.International Journal on Soft Computing, Vol.3, No. 3, February 2012.
Sirajuddin. 2011. Pengaruh Koagulasi dan Kondisi Koagulasi Terhadap Profil      Protein.
Widowati, S., dan Misgiyarta. 2009. Efektifitas Bakteri Asam Laktat (BAL) dalam           Pembuatan Produk Fermentasi Berbasis Protein Susu Nabati. Balai        Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian: Bogor.
Yuningsih. 2017. Denaturasi Protein. Jurnal teknologi pangan. Universitas Garut






  Satu hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa ya...