Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat saya bantu.
Pada kesempatan kali ini, seperti biasanya saya akan membagikan laporan atau jurnal yang saya kerjakan sendiri tepatnya pada
saat saya masih semester 2. Jurnal ini berjudul Identidikasi Unsur-unsur Penyusun Protein yang berasal
dari matakuliah BioKimia.
Tapi sebelum ke masuk ke intinya, saran
dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk
mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste
asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen,
alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini
menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa
yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih
dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang
anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.
Laporan praktikum
IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN
Nama :
Muliadi
NIM : G011171307
Kelas : E
Kelompok : 33
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
IDENTIFIKASI
UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas
Hasanuddin, Makassar
Abstrak
Protein adalah makromolekul Protein berfungsi sebagai yang tersusun
dari bahan dasar katalisator, sebagai pengangkut dan asarn amino. Asam amino
yang penyimpan molekul lain seperti menyusun protein. Praktikum ini bertujuan agar
praktikum bisa mengetahui unsur apa saja yang menjadi penyusun protein, dengan
menggunakan beberapa sampel seperti seperti albumin telur, gelatin dan susu
kedelai dengan mengamati pengarangan, bau rambut terbakar dan pengembungan
setelah dipanaskan. Hasil yang didapatkan adalah albumim telur mengandung unsur
C, N, H & O, sedangkan gelatin dan susu kaledelai hanya mengandung H &
O. itu berarti albumin telur temasuk mengandung protein
Kata
Kunci: albumin, dipanaskan, gelatin, unsur,
protein
Abstract
Protein is a Protein
macromolecule as composed of a catalyst base material, as a carrier and amino
acid. Amino acids that store other molecules are like preparing proteins.
Practicum aims to enable the practicum to know what the protein compounds,
using some samples such as egg albumin, gelatin and milk with the restriction,
smell of hair and bloat after heated. The results obtained are the egg albumim
containing no C, N, H & O, whereas gelatin and calouselai milk contain only
H & O. That means the albumin eggs contain protein
Keywords: albumin, heated, gelatin, absent,
protein
Pendahuluan
Pada tumbuhan,
protein dapat ditemukan yang berguna pada kandugan nitrogen, unsur yang paling
dominan yang mempengaruhi tumbuh tumbuahnnya, pada tumbuhan. Terbentuknya
protein bermula dari proses anabolisme dan kemudian dirombak pada tumbuhan
tersebut melalui proses katabolisme. Pada tumbuhan protein dapat dilihat dari
kandungan Nitrogen pada tumbuhan. Kandungan
Nitrogen merupakan unsur yang dominan mempengaruhi pertumbuhan tanaman
tersebut. Sehingga tanaman sangat memerlukan Nitrogen untuk pembentukan protein
pada tanaman dan apabila kekurangan Nitrogen dapat diartikan sebagai kekurangan
protein (Winarnno, 2008).
Protein
adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan
hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N
ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Sesuai dengan pernyataan dari Girinda (2008), bahwa atom-atom
itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun
hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis
suatu protein (Winarnno, 2008).
Protein
adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak dimiliki
oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung gula terpor belerang,
dan ada beberapa
jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga (Winarnno,
2008).
Kunci
ribuan protein yang berbeda strukturnya adalah gugus pada molekul unit
pembangunan protein yang relatif sederhana dibangun dari rangkaian dasar yang
sama, dari 20 asam amino mempunyai rantai samping yang khusus, yang berikatan
kovalen dalam urutan yang khas. Karena masing-masing asam amino mempunyai
rantai samping yang khusus
untuk
memberikan berbagai sifat
kimia masing-masing individu, kelompok 20 unit pembangunan ini dapat dianggap
sebagai abjad struktur protein (Lehninger, 2009).
Struktur protein distabilkan oleh 2 macam
ikatan yang kuat (peptida dan sulfida) dan dua macam ikatan yang lemah(hidrogen
dan hidrofobik). Ikatan peptida adalah struktur primer protein yang berasal
dari gabungan asam amino L-alfa oleh ikatan seperti alfa-peptida (Winarno, 2008).
Kekurangan
protein dapat menyebabkan beberapa penyakit, misalnya seperti Kwashiorkor
(penyakit seperti kurang gizi namun dalam hal protein yang biasa terjadi pada
anak-anak balita), dan Marasmus (penyakit kelaparan pada bayi saat masa
permberian makanan tambahan). Jika terlalu berlebihan mengkomsumsi protein juga
akan sangat membebani kerja ginjal. Protein secara berlebihan tidak
menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak
sehingga menyebabkan obesitas (Ellya, 2010).
Saat
protein banyak ditemukan dalam bentuk makanan, seperti protein dalam bentuk olaha susu yang mengalami proses fermentasi
sehingga akan menjadi yoghurt, keju, dan mentega. Selain itu, protein juga
banyak ditemukan dalam roti. Protein juga dapat berasal dari hwani maupun
nabati. Saat ini banyak dikembang produk makanan dengan menggunakan protein sel
tunggal. Protein sel tunggal adalah protein yang memanfaatkan mikroba sebagai
pengahsil utama proteinnya. Contoh produk makanan yang berasal dari protein sel
tunggal yaitu sauerkraut (sayur yang diasamkan agar dapat disimpan lebih lama),
pembuatan kopi dan coklat, dan pembuatan bir (Widowati, 2009).
Tujuan
Tujuan
diadakannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui adanya unsur-unsur penyusun
protein dalam beberapa zat uji. Adapun manfaat yang didapat pada praktikum ini
yaitu mengetahui unsur-unsur penting penyusun protein dalam beberapa zat
makanan.
Metode
Praktikum ini
dilaksanakan di Laboratorium Kultur
Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2018, pukul 13.00-14.40
WITA. Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu tabung
reaksi, pipet tetes, penjepit tabung, kaca de
glass, dan kompor listrik. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu albumin
telur, gelatin, dan susu kedelai.
Adapun
prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.
Memasukkan
masing-masing 1 mL albumin telur, susu kedelai, dan gelatin ke dalam tabung
reeaksi
2.
Menutup tabung
reaksi dengan menggunakan deg glass
3.
Memanaskan ketiga
tabung reaksi
4.
Melakukan
pengamatan
Hasil Dan Pembahasan
Praktikum
identifikasi unsur-unsur penyusun protein tersebut dilakukan dengan cara
memanaskan semua zat uji selama beberapa menit. Pemanasan bertujuan untuk
membuat protein terdenaturasi sehingga dapat diketahui bahan bahan penyusun
prottein pada zat uji tersebut. Hal tersebut dapat kita lihat dimana setiap zat
uji memiliki bahan penyusun protein yang berbeda (tabel 1)
Tabel
1. Identifikasi Unsur Penyusun Protein
Pada Beberapa Zat Uji
|
No.
|
Zat Uji
|
Hasil Pengamatan (+/-)
|
||
|
Pengarangan (C)
|
Bau Rambut Terbakar (N)
|
Pengembunan (H dan O)
|
||
|
1.
|
Albumin Telur
|
+
|
+
|
+
|
|
2.
|
Gelatin
|
-
-
|
-
|
+
|
|
3.
|
Susu Kedelai
|
-
|
+
|
|
Sumber: data pribadi
2018
Dari hasil pengamatan diatas, uji
kandungan protein dengan pengujian albumin telur, gelatin dan susu kedelai yang
dipanaskan diperoleh hasil pada saat albumin telur dipanaskan hasil pemanasan
terjadi pengembunan yang menandakan adanya unsur C, N, H dan O.
Sedangkan
pada gelatin tidak tercium seperti rambut terbakar yang menandakan tidak adanya
unsur N dan terjadinya pengembunan yang menandakan adanya unsur H dan O pada
gelatin.
Pada susu kedelai hasil yang
diperoleh sama dengan hasil pengujian gelatin. Yang mana hasilnya tidak ada
tercium bau rambut terbakar dan terjadi pengembunan yang terjadi pada tabung
reaksi.
Pendapat
Ellya, 2010 Protein berfungsi sebagai katalisator, sebagai pengangkut dan
penyimpan molekul lain seperti okseigen, mendukung secaramekanis sstem kekbalan
(imunitas) tubuh, menghasilka pergerakkan tubuh, sebagai transmitor gerak
syaraf dan mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan. Analisa diameter protein
menghasilkan unsur-unsur C, H, N dan O dan sering juga S. Disamping itu beberapa
protein juga mengandung unsur-unsur lain terutama P, Fe, Zi dan Cu. Protein
merupakan komponen itama dalam semua hal hidup, baik tumbuhan maupun hewan.
Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesa setelah
air. Kira-kira dari 50% berat yang terdidi atas unsur-unsur karbon (50-55%),
hidrogen (± 7%), oksigen (± 13%) dan fosfor (P) dalam jumlah sedikit (1-2%).
Ada beberapa protein lainnya yang mengandung unsur logam seperti tembaga dan
besi.
Selain itu, menurut Yuningsih (2017), penentuan kadar nitrogen juga dapat dilakukan
dengan metode buffer dimana diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel. 2 Penetuan Kadar Nitrogen Dengan
Metode Buffer
|
No
|
Sampel
|
Endapan
|
Keterangan
|
|
1
|
Telur Ayam + Asetat
|
Endapan
|
+++
|
|
Telur Ayam + HCL
|
Endapan
|
++
|
|
|
Telur Ayam + NaOH
|
Endapan
|
+
|
|
|
2
|
Susu Murni + Asetat
|
Endapan
|
+++
|
|
Susu Murni + HCL
|
Endapan
|
++
|
|
|
Susu Murni + NaOH
|
Endapan
|
+
|
|
|
3
|
Susu Kedelai + Asetat
|
Endapan
|
+++
|
|
Susu Kedelai + HCL
|
Endapan
|
+
|
|
|
Susu Kedelai + NaOH
|
Endapan
|
+
|
Sumber:
Data Sekunder, 2018.
Berdasarkan data di atas diketahui bahwa endapan yang dihasilkan setelah
melakukan uji denaturasi protein pada telur ayam yang ditambah dengan larutan
asetat menghasilkan endapan yang sangat banyak (+++), endapan protein telur
ayam yang ditambahkan pelarut HCL menghasilkan endapan lumayan banyak (++),
sedangkan telur ayam yang ditambahkan dengan pelarut NaOH menghasilkan endapan
yang sangat sedikit (+). Uji denaturasi protein pada susu murni yang ditambah
dengan larutan asetat menghasilkan endapan yang sangat banyak (+++), endapan
protein susu murni yang ditambahkan pelarut HCL menghasilkan endapan lumayan
banyak (++), sedangkan susu murni yang ditambahkan dengan pelarut NaOH
menghasilkan endapan yang sangat sedikit (+). Sedangkan, uji denaturasi protein
susu kedelai yang ditambah dengan larutan asetat menghasilkan endapan yang
sangat banyak (+++), endapan protein susu kedelai yang ditambahkan pelarut HCL
menghasilkan endapan sedikit (+), sedangkan susu kedelai yang ditambahkan
dengan pelarut NaOH menghasilkan endapan yang sedikit (+) (Yuningsih,2017)
Kesimpulan
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan, maka
diperoleh hasil yaitu albumin telur tersusun dari unsur karbon (C), Nitrogen
(N), Oksigen (O) dan Hidrogen (H); gelatin tersusun dari unsur Nitrogen (N),
oksigen (O), dan hidrogen (H); sedangkan susu kedelai tersusun dari unsur
Hidrogen (H) dan Oksigen (O)
Ucapan
terima kasih
Dengan terselesaikannya Artikel
Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin mengucapkan terima kasih
kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga
penulis dapat menyelesaikan artikel ini, Orang tua saya yang selalu
mensupport dan mendoakan saya disetiap kegiatan yang saya laksankan, asisten biokimia tanaman kelas E, kak Tita Aulia sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan
asisten yang lain yang telah membimbing saya dalam menyusun artikel ini dan teman-teman kelompok 33 dan teman yang lain, yang
telah membatu saya menyelesaikan artikel ini
Daftar Pustaka
Ellya, E., S. (2010). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi.
Jakarta: Trans Info Media. Halaman 30-42.
Girindra, A. 2008. Biokimia I. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Lehninger,
Albert L..2009. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1.Penerjemah: Maggy
Thenawijaya .Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry
Mandle,
Anil Kumar, Pranita Jain, Shailendra Kumar Shrivastava. 2012. Protein structure
prediction using support vektor machine.International
Journal on Soft Computing, Vol.3, No. 3, February 2012.
Sirajuddin. 2011. Pengaruh Koagulasi
dan Kondisi Koagulasi Terhadap Profil Protein.
Widowati, S., dan Misgiyarta. 2009.
Efektifitas Bakteri Asam Laktat (BAL) dalam Pembuatan
Produk Fermentasi Berbasis Protein Susu Nabati. Balai
Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya
Genetik Pertanian: Bogor.
Yuningsih. 2017.
Denaturasi Protein. Jurnal teknologi
pangan. Universitas Garut
Satu
hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan
jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke
teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat
berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan
terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.