Daftar Blog Saya

Minggu, 27 Januari 2019

BIOMOLEKULER LIPID

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat saya bantu.

Pada kali ini saya akan membagikan laporan yang saya kerjakan sendiri pada saat saya semester 2 lalu, Jurnal ini berjudul Biomolekuler Lipid yang berasal dari matakuliah BioKimia. 

Saran dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen, alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.



Laporan praktikum







 UJI FISIKOKIMIA BIOMOLEULER LIPID

                       

                                    Nama               : Muliadi
                                    NIM                : G011171307
                                    Kelas               : E
                                    Kelompok       : 33

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
UJI FISIKOKIMIA BIOMOLEKULER LIPID
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas Hasanuddin, Makassar
Abstrak
Lipid atau lemak secara umum adalah kelompok zat atau senyawa organik yang jika disentuh ujung-ujung jari akan terasa lengket berlemak, lipid adalah produksi biologi dari jasad renik, hewan dan tumbuhan. Sebagai senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau manusia, lipid memegang peran penting dalam struktur dan fungsil sel. Senyawa lipid tidak mempunyai rumus empiris tertentu atau struktur yang serupa, tetapi terdiri atas beberapa golongan. Berbeda dengan karbohidrat dan protein, lipid mempunyai sifat tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organiuk nonpolar.
Kata Kunci : larut, lipid,  polar
Abstract
Lipids or fats in general are groups of organic substances or compounds that, when touched on the tips of the fingers, will feel sticky fatty, lipids are the biological production of microorganisms, animals and plants. As organic compounds contained in plants, animals or humans, lipids play an important role in cell structure and function. Lipid compounds have no specific empirical formulas or similar structures, but are composed of several classes. In contrast to carbohydrates and proteins, lipids have insoluble properties in water but dissolve in nonpolar organius solvents.
Key words: soluble, lipid, polar
           
Pendahuluan
Lipid adalah sekelompok molekul yang beragam, semuanya tidak dapat larut dalam air, namun dapat larut dalam zat pelarut nonpolar, seperti eter dan kloroform (Sloane 2003). Lipid memerlukan mekanisme pengangkutan khusus agar bersirkulasi dalam darah karena lipid tidak larut dalam air. Lipid dalam sirkulasi tersusun menjadi berbagai partikel-partikel lipoprotein besar dengan berbagai golongan apolipoprotein. Apolipoprotein ini membantu kelarutan pada lipid serta pengangkutannya dari saluran pencerna ke hati, yang memiliki reseptor yang spesifik untuk apolopoprotein (Sacher et al . 2009).
Lipid juga dapat diekstraksi dari jaringan binatang maupun tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan pelarut lemak. Hasil ekstraksi merumpakan campuran yang kompleks, mengandung di antaranya triasgliserol, fosfolipid, glikolipid, bermacam-macam sterol dan triasigliserol kolesterol, dan ester kolesterol dinamakan juga lipid netral netral karena tidak bermuatan. Senyawa lipid tidak memiliki rumus empiris tertentu atau strusktur serupa, tetapi terdiri atas beberapa golongan. Berbeda dengan karbohidrat dan protein, lipid mempunyai sifat yang larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic non-polar seperti eter, kloroform, aseton, dan benzene. Berdasarkan sifaat semikian, lipid dapat diperoleh dengan cara ekstraksi dari jaringan hewan atau tumbuhan menggunakan eter atau pelarutan non-polar lainnya (Dr.Saifuddin, 2013)
Cara kerja emulsi terutama disebabkan oleh bentuk molekunya yang dapat terikat baik pada minyak maupaun air. Emulsi akan membentuk lapisan disekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan, sehingga mengurangi kemungkinan bersatunya butir-butir minyak satu sama lainnya. Emulsi adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair (fase terdispersi) dengan zat cair lainnya (fase pendispersi) dimana salah satu dari campuran yang terdiri dari dua bahan tak dapat bercampur, dengan satu bahan tersebar di dalam fasa yang lain, seperti air dan minyak (Azhari L, 2015).
Fungsi lipid seperti minyak dan lemak sebagai nutrisi dan merupakan sumber energi utama yang digunakan sebagai energi cadangan makanan yang disimpan pada jaringan adiposa dalam tubuh suatu mahluk hidup, dalam bentuk lipoprotein fosfalipid yang berfungsi sebagai pengangkut zat-zat yang melewati membran sel. Steroid senyawa-senyawa memiliki beberapa macam fungsi misalnya kolestrol berperan dalam proses pengangkutan lemak dalam tubuh. Estrogen dan testoleron berfungsi sebagai hormon kelamin dehidroksikolestrol dan ergastrol berperan sebagai provitamin D (Sutresna, 2009).
Lipid memiliki berbagai fungsi di dalam tumbuhan, diantaranya adalah menghasilkan energi yang dibutuhkan tumbuhan tubuh, menghasilkan asam lemak esensial, pelumas di antara penrsendian, membantu pengeluaran sisa makanan, dan memberi kepuasan cita rasa. Lipid merupakan sumber energi yang pekat, 1 gram lipid memberikan 9 gram kalori. Energi yang berlebihan dalam tubuh akan disimpan dalam jaringan adiposa sebagai energi potensial. Lipid adiposa ini tersimpan dalam jaringan di bawah kulit/ sub cutaneus tissues.sebanyak 50%, sekeliling alat tubuh dalam rongga perut sebanyak 45%, dan dalam jaringan bagian dalam otot/ intra muscular tissues sebanyak 5% (Suhardjo et al. 2010). Adapun tujuan dilakuakannya praktikum ini adalah agar dapat mengetahui larutan apa saja yang dapat larut dengan lipid, larutan jenis apa yang dapat menghasilkan emulsi ketika dicampurkan dengan lipid, seperti apa manfaat dari lipid pada tumbuhan.
Tujuan
Praktikum Ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelarutan lipid pada pelarut tertentu
Metode
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2018, pukul 13.00-14.40 WITA. Bahan yang digunakan yaitu minyak kelapa, alkohol 96%, kloroform, eter, air suling (aquades), dan larutan Na2CO3 0,5%. alat yang digunakan yaiut tabung reaksi, penjepit tabung, pipet ukurdan pipet tetes. Uji kelarutan lipid ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.      Menyiapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering. Kemudian berturut-turut diisi dengan air suling, alkohol 96%, eter, kloroform, dan larutan Na2CO3 0,5% sebanyak 1 ml.
2.      Menambahkan 2 tetes minyak kelapa pada setiap tabung.
3.      Menghomogenkan larutan, kemudian dibiarkan beberapa saat.
4.      Mengamati kelarutan yang terjadi.
5.      Mencatat kelarutan ke dalam tabel pengamatan.
Hasil dan Pembahasan
            Praktikum uji fisikokimia biomolekuler lipid dilakukan denga mencapurkan beberapa larutan seperti minya kelapa, alkohol 96%, kloroform, air suling (aquades), dan larutan Na2CO3 0,5%. Homogenkan, lalu melakukan pengamatan dan mendapatkan hasil dimana air suling, alkohol 96%, dan Na2CO3 tidak larut dan kloroform larut, kita dapat melihatnya pada (tabel 1)
Tabel 1. Hasil kelarutan lipid pada beberapa zat uji
Bahan
Tabung
1
Tabung 2
Tabung 3
Tabung 4
Tabung 5
Air Suling
1 ml
-
-
-
-
Alkohol 96%
-
1 ml
-
-
-
Eter
-
-
1 ml
-
-
Kloroform
-
-
-
1 ml
-
Na2CO3 0,5%
-
-
-
-
1 ml
Minyak Kelapa
2 tetes
2 tetes
2 tetes
2 tetes
2 tetes
Homogenkan larutan, biarkan beberapa saat
Hasil :





Larut


-           
ü   

Tidak Larut
ü   
ü   


ü   
Terbentuk emulsi
ü   



ü   
Sumber : Data Primer, 2018.
Hasil praktikum yang telah dilakukan, diperoleh bahwa lipid tidak dapat larut dalam suling, alkohol 96% dan Na2CO3 0,5% karna larutan tergolong dalam larutan polar, sedangkan lipid bisa larut dalam klorofom, karna klorofom adalah larutan non-polar. Sedangkan minyak dalam air dan soda (Na2CO3) akan terbentuk emulsi yang stabil karena kedua cairan akan memisah menjadi dua lapisan dan tidak bisa bercampur. Hal ini sesuai dengan pendapat Haernuryadin (2015), bahwa lipid sebagai  senyawa yang merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang kadang-kadang mengandung gugus lain tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, aseton, kloroform, dan benzene.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa lipid merupakan senyawa yang tidak dapat larut dalam larutan polar, tetapi dapat larut dalam larutan non-polar. Dimana lipid hanya dapat larut pada senyawa non-polar seperti air suling, sedangkan larutan polar seperti kloroform, alkohol dan Na2CO3 tidak terbentuk larutan. Dan pada alkohol dan Na2CO3 emulsi.
Ucapan terima kasih
Dengan terselesaikannya Artikel Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini
2. Orang tua saya yang selalu mensupport dan mendoakan saya disetiap kegiatan yang saya laksankan
3.  Asisten biokimia tanaman kelas E, kak Tita Aulia sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan asisten yang lain.
4. Teman-teman kelompok 33 yang telah membatu saya menyelesaikan artikel ini.


Daftar pustaka
Armstrong, Frank B. 2013. Buku Ajar Biokimia. Edisi Ketiga. EGC:Jakarta
Azhari, M.A. 2015. Uji kelarutan, Akrolein, Ketidakjenuhan, Ketengikan, dan Kolesterol Pada Lipid. Bogor: Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut pertanian Bogor.
Budimarwanti. 2010. Analisis Lipid . Malang:Universitas Negeri Malang.
Haernuryadin, Kevin. 2015. Laporan Akhir Praktikum Biokimia Karbohidrat. Sumedang: Laboratorium Biokimia dan Fisiologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
Ketaren, S. 2008. Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Poedjiadi, Anna dan  F.M Titin Supriyanti. (2009). Dasar -Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia-Pres
Sakinah, S.Q. 2011. Praktikum Biokimia: Lipid. Makassar: Laboratorium Terpadu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Santoso, Anwar.  2010. Rumus Lengkap Kimia SMA. Jakarta : PT. Wahyu Media

Satu hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PENYUSUN PROTEIN

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa ya...