Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh, bagaima kabar kalian teman-teman, semoga
sehat. Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda ingin cari dapat
saya bantu.
Pada
kali ini saya akan membagikan laporan yang saya kerjakan sendiri pada
saat saya semester 2 lalu, Jurnal ini berjudul Biomolekuler Lipid yang berasal
dari matakuliah BioKimia.
Saran
dari saya untuk teman-teman semua, saya tidak melarang anda untuk
mengCopy-Paste, tapi berdasarkan dari pengalaman saya, setiap saya mengCopy-Paste
asal-asalan, itu berakhir dicoret-coret oleh asisten ataupun dosen,
alasannya satu, karena saya tidak membacanya terlebih dahulu, hal ini
menyebabkan apa yang saya bahas di poin sebelumnya tidak pas dengan apa
yang saya ingin bahas di poin berikutnya, jadi sebaiknya dibaca terlebih
dulu, fahami apa yang saya maksud, apakah ini sesuai dengan apa yang
anda ingin bahas, dan satu hal lagi, jangan terburu-buru.
Laporan praktikum
UJI FISIKOKIMIA
BIOMOLEULER LIPID
Nama :
Muliadi
NIM : G011171307
Kelas : E
Kelompok : 33
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
UJI FISIKOKIMIA BIOMOLEKULER
LIPID
MULIADI (G011 171 307)
Fakultas Pertanian
Universitas
Hasanuddin, Makassar
Abstrak
Lipid atau lemak
secara umum adalah kelompok zat atau senyawa organik yang jika disentuh
ujung-ujung jari akan terasa lengket berlemak, lipid adalah produksi biologi
dari jasad renik, hewan dan tumbuhan. Sebagai senyawa organik yang terdapat
dalam tumbuhan, hewan atau manusia, lipid memegang peran penting dalam struktur
dan fungsil sel. Senyawa lipid tidak mempunyai rumus empiris tertentu atau
struktur yang serupa, tetapi terdiri atas beberapa golongan. Berbeda dengan
karbohidrat dan protein, lipid mempunyai sifat tidak larut dalam air tetapi
larut dalam pelarut organiuk nonpolar.
Kata Kunci
: larut, lipid, polar
Abstract
Lipids or fats
in general are groups of organic substances or compounds that, when touched on
the tips of the fingers, will feel sticky fatty, lipids are the biological
production of microorganisms, animals and plants. As organic compounds
contained in plants, animals or humans, lipids play an important role in cell
structure and function. Lipid compounds have no specific empirical formulas or
similar structures, but are composed of several classes. In contrast to
carbohydrates and proteins, lipids have insoluble properties in water but
dissolve in nonpolar organius solvents.
Key words: soluble, lipid, polar
Pendahuluan
Lipid adalah sekelompok molekul yang
beragam, semuanya tidak dapat larut dalam air, namun dapat larut dalam zat
pelarut nonpolar, seperti eter dan kloroform (Sloane 2003). Lipid memerlukan
mekanisme pengangkutan khusus agar bersirkulasi dalam darah karena lipid tidak
larut dalam air. Lipid dalam sirkulasi tersusun menjadi berbagai
partikel-partikel lipoprotein besar dengan berbagai golongan apolipoprotein.
Apolipoprotein ini membantu kelarutan pada lipid serta pengangkutannya dari
saluran pencerna ke hati, yang memiliki reseptor yang spesifik untuk
apolopoprotein (Sacher et al . 2009).
Lipid juga dapat
diekstraksi dari jaringan binatang maupun tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan
pelarut lemak. Hasil ekstraksi merumpakan campuran yang kompleks, mengandung di
antaranya triasgliserol, fosfolipid, glikolipid, bermacam-macam sterol dan triasigliserol
kolesterol, dan ester kolesterol dinamakan juga lipid netral netral karena
tidak bermuatan. Senyawa lipid tidak memiliki rumus empiris tertentu atau
strusktur serupa, tetapi terdiri atas beberapa golongan. Berbeda dengan
karbohidrat dan protein, lipid mempunyai sifat yang larut dalam air, tetapi
larut dalam pelarut organic non-polar seperti eter, kloroform, aseton, dan
benzene. Berdasarkan sifaat semikian, lipid dapat diperoleh dengan cara
ekstraksi dari jaringan hewan atau tumbuhan menggunakan eter atau pelarutan
non-polar lainnya (Dr.Saifuddin, 2013)
Cara kerja emulsi
terutama disebabkan oleh bentuk molekunya yang dapat terikat baik pada minyak
maupaun air. Emulsi akan
membentuk lapisan disekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan,
sehingga mengurangi kemungkinan bersatunya butir-butir minyak satu sama
lainnya. Emulsi adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair (fase
terdispersi) dengan zat cair lainnya (fase pendispersi) dimana salah satu dari campuran yang terdiri dari dua bahan
tak dapat bercampur, dengan satu bahan tersebar di dalam fasa yang lain,
seperti air dan minyak (Azhari L, 2015).
Fungsi lipid seperti
minyak dan lemak sebagai nutrisi dan merupakan sumber energi utama yang digunakan sebagai energi
cadangan makanan yang disimpan pada jaringan adiposa dalam tubuh suatu mahluk hidup, dalam bentuk
lipoprotein fosfalipid yang berfungsi sebagai pengangkut zat-zat yang melewati
membran sel. Steroid senyawa-senyawa memiliki beberapa macam fungsi misalnya kolestrol berperan
dalam proses pengangkutan lemak dalam tubuh. Estrogen dan testoleron berfungsi
sebagai hormon kelamin dehidroksikolestrol dan ergastrol berperan sebagai
provitamin D (Sutresna, 2009).
Lipid memiliki berbagai fungsi di
dalam tumbuhan, diantaranya adalah menghasilkan energi yang dibutuhkan tumbuhan
tubuh, menghasilkan asam lemak esensial, pelumas di antara penrsendian,
membantu pengeluaran sisa makanan, dan memberi kepuasan cita rasa. Lipid
merupakan sumber energi yang pekat, 1 gram
lipid memberikan 9 gram kalori. Energi yang berlebihan dalam tubuh akan
disimpan dalam jaringan adiposa sebagai energi potensial. Lipid adiposa ini
tersimpan dalam jaringan di bawah kulit/ sub cutaneus tissues.sebanyak
50%, sekeliling alat tubuh dalam rongga perut sebanyak 45%, dan dalam jaringan
bagian dalam otot/ intra muscular tissues sebanyak 5% (Suhardjo et al.
2010). Adapun tujuan dilakuakannya praktikum ini adalah agar dapat
mengetahui larutan apa saja yang dapat larut dengan lipid, larutan jenis apa
yang dapat menghasilkan emulsi ketika dicampurkan dengan lipid, seperti apa
manfaat dari lipid pada tumbuhan.
Tujuan
Praktikum Ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelarutan lipid pada pelarut tertentu
Metode
Praktikum ini
dilaksanakan di Laboratorium Kultur
Jaringan dan Fisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2018, pukul 13.00-14.40 WITA.
Bahan yang digunakan yaitu minyak kelapa, alkohol 96%, kloroform, eter, air suling (aquades), dan larutan Na2CO3 0,5%. alat yang
digunakan yaiut tabung reaksi, penjepit tabung, pipet ukurdan pipet tetes. Uji kelarutan lipid ini dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
1.
Menyiapkan 5
tabung reaksi yang bersih dan kering. Kemudian berturut-turut diisi dengan air
suling, alkohol 96%, eter, kloroform, dan larutan Na2CO3 0,5%
sebanyak 1 ml.
2.
Menambahkan 2
tetes minyak kelapa pada setiap tabung.
3.
Menghomogenkan
larutan, kemudian dibiarkan beberapa saat.
4.
Mengamati
kelarutan yang terjadi.
5.
Mencatat kelarutan
ke dalam tabel pengamatan.
Hasil
dan Pembahasan
Praktikum uji fisikokimia biomolekuler lipid dilakukan
denga mencapurkan beberapa larutan seperti minya kelapa, alkohol 96%, kloroform, air suling (aquades), dan larutan Na2CO3 0,5%. Homogenkan, lalu
melakukan pengamatan dan mendapatkan hasil dimana air suling, alkohol 96%, dan
Na2CO3 tidak larut dan kloroform larut, kita dapat melihatnya
pada (tabel 1)
Tabel 1. Hasil kelarutan
lipid pada beberapa zat uji
Bahan
|
Tabung
1
|
Tabung 2
|
Tabung 3
|
Tabung 4
|
Tabung 5
|
Air Suling
|
1 ml
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Alkohol 96%
|
-
|
1 ml
|
-
|
-
|
-
|
Eter
|
-
|
-
|
1 ml
|
-
|
-
|
Kloroform
|
-
|
-
|
-
|
1 ml
|
-
|
Na2CO3 0,5%
|
-
|
-
|
-
|
-
|
1 ml
|
Minyak Kelapa
|
2 tetes
|
2 tetes
|
2 tetes
|
2 tetes
|
2 tetes
|
Homogenkan
larutan, biarkan beberapa saat
|
|||||
Hasil :
|
|||||
Larut
|
-
|
ü
|
|||
Tidak Larut
|
ü
|
ü
|
ü
|
||
Terbentuk emulsi
|
ü
|
ü
|
|||
Sumber
: Data Primer, 2018.
Hasil praktikum yang telah dilakukan, diperoleh bahwa lipid tidak dapat larut dalam suling, alkohol 96% dan Na2CO3 0,5% karna larutan tergolong dalam larutan
polar, sedangkan lipid bisa larut dalam klorofom, karna klorofom adalah larutan
non-polar. Sedangkan minyak dalam air dan soda (Na2CO3) akan terbentuk
emulsi yang stabil karena kedua cairan akan memisah menjadi dua lapisan dan
tidak bisa bercampur. Hal ini sesuai dengan pendapat Haernuryadin (2015), bahwa lipid sebagai senyawa yang merupakan ester
dari asam lemak dengan gliserol yang kadang-kadang mengandung gugus lain tidak
larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, aseton,
kloroform, dan benzene.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa lipid merupakan
senyawa yang tidak dapat larut dalam larutan polar, tetapi dapat larut dalam
larutan non-polar. Dimana lipid hanya dapat larut pada senyawa non-polar
seperti air suling, sedangkan larutan polar seperti kloroform, alkohol dan Na2CO3
tidak terbentuk larutan. Dan pada alkohol dan Na2CO3 emulsi.
Ucapan
terima kasih
Dengan
terselesaikannya Artikel Ilmiah Uji Fisikokimia Minyak Tanaman, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga
penulis dapat menyelesaikan artikel ini
2. Orang tua saya yang selalu mensupport dan mendoakan saya disetiap
kegiatan yang saya laksankan
3. Asisten
biokimia tanaman kelas E, kak Tita Aulia
sulistina dan kak Dwi Wahyuni Haswin, Dan asisten yang lain.
4. Teman-teman kelompok 33 yang telah membatu saya
menyelesaikan artikel ini.
Daftar pustaka
Armstrong,
Frank B. 2013. Buku Ajar Biokimia. Edisi Ketiga. EGC:Jakarta
Azhari, M.A. 2015. Uji kelarutan,
Akrolein, Ketidakjenuhan, Ketengikan, dan Kolesterol Pada Lipid. Bogor: Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Institut pertanian Bogor.
Budimarwanti.
2010. Analisis Lipid . Malang:Universitas
Negeri Malang.
Haernuryadin, Kevin. 2015. Laporan Akhir
Praktikum Biokimia Karbohidrat. Sumedang: Laboratorium
Biokimia dan Fisiologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
Ketaren,
S. 2008. Minyak dan Lemak Pangan.
Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Poedjiadi, Anna dan
F.M Titin Supriyanti. (2009). Dasar -Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia-Pres
Sakinah,
S.Q. 2011. Praktikum Biokimia: Lipid. Makassar: Laboratorium Terpadu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Santoso, Anwar. 2010. Rumus Lengkap Kimia SMA. Jakarta : PT. Wahyu Media
Satu
hal yang saya minta kepada teman-teman untuk setidaknya meninggalkan
jejak untuk saya, baik itu di kolom komentar ataupun dibagikan ke
teman-teman yang lainnya. Karena komentar dari teman-teman sangat
berpengaruh bagi saya untuk terus berkembang kedepannya lagi sekitan
terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar